Sabtu, 15 Juni 2013

10 Aktris Indonesia tercantik



10 Aktris Indonesia tercantik versi Bulumanis tersenyum
           Wanita diciptakan Allah SWT. dengan  paras ayu, gemulai, dan  menyimpan kekuatan sekaligus kelembutan. Arti wanita bagi masing-masing orang di dunia ini bisa berbeda-beda. Bisa menjadi obyek, menjadi subyek, menjadi apa pun. Namun, satu hal yang pasti, disadari atau tidak, wanita memiliki peran penting dalam dunia ini.  seni teramat  indah  untuk  kita  nilai , bagaimana  kedudukan wanita di mata seni ? Karena menurut seni, wajah dan tubuh wanita adalah keindahan dari sebuah seni.
Sebagai lelaki normal tentunya melihat wanita cantik adalah suatu hiburan tersendiri, apalagi seperti penulis yang berprofesi sebagai guru yang setiap hari berhadapan dengan ratusan murid dengan aneka kecantikan serta gaya yang dimilikinya. Penulis merekam beberapa artis Indonesia yang masuk dalam 10 artis tercantik versi penulis, tentu yang di lihat penulis adalah kecantikan ragawi, sebab penulis tak satupun yang kenal dengan artis yang penulis tulis kali ini :

1.      Pevita Pearce :
Gadis kelahiran Jakarta 06 Oktober 1992 dari pasangan indo/Banjarmasin  (Ernie Aulasari) dan inggris ( Bramvell Pearce )  ini berwajah cantik, polos tanpa dosa, artis yang pernah membintangi film Danias, senandung diatas awan ( 2006) dan sinetron Mutiara Hati, Lost in Love ( 2008) kalau pas tersenyum kecantikannya amit-amit deh ! berikut foto-fotonya :





2.      Aurelie Moermans :
Ia mengawali karier dengan menjadi model iklan yang kemudian dilanjutkan dengan bermain dalam sejumlah sinetron : Cinta putri (2009), Rama dan Ramona (2010), Nada cinta (2011), Putri yang di tukar (2011), Magic (2013) dan Berkah (2013) yang saat ini masih tayang. Cewek kece kelahiran Brussel Belgia 08 Agustus 1993 ini memiliki mata yang teduh dan bibir  sensual, apalagi kalau cewek ini memakai jilbab pada sinetron berkah, wih-wih selangit deh ! berikut foto-fotonya :


 Aurelie Moermans (foto repro)



3.      Dian Sastrowardoyo :
Ibu dari satu anak ini termasuk salah satu artis Indonesia yang kecantikan wajahnya termasuk awet, melihat Dian Sastrowardoyo yang terpancar adalah kecantikan asli Indonesia. Dian yang lahir di Jakarta 16 Maret 1982 ini memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang pemilihan gadis sampul majalah GADIS. Pemeran Pasir berbisik (2001) dan Ada Apa dengan Cinta (2002) ibarat jatuh ke dalam lumpurpun masih kelihatan cantiknya, berikut foto-fotonya :


 Dian Sastro Wardoyo (foto repro)

4.      Dina Lorenza :
Artis kawakan era 80 an ini memulai karier di jagat hiburan sebagai model dan beberapa film dan sinetron diantaranya Gerhana, Tirai Kasih yang Terkoyak (1997) dan Tukang Bubur Naik Haji (2012) yang kini masih diputar di RCTI . Dina yang berperan sebagai Riyamah di sinetron seris TBNH ini begitu cantik dan anggunnya, dengan balutan jilbab Dina berhasil memerankan tokoh Riyamah yang diincar oleh duda tua H. Muhidin yang kemaruk. Artis kelahiran Jakarta 22 Mei 1975 ini masih awet cantiknya. Tidak hanya H. Muhidin yang kepingin memperistrinya, hampir pasti lelaki manapun melihat Dina Lorenza pasti kepingin memperistrinya. He-he-he.... !
Dina Lorenza (foto repro)


5.      Julie Estelle :
Julie Estelle atau lengkapnya Julie Estelle Gasnier Mulai dikenal sejak bermain dalam film Alexandria (2005) yang juga merupakan film pertamanya. Lewat film ini, Julie meraih nominasi Most Favorite Rising Star MTV. Sebelumnya Julie lebih aktif sebagai foto model. Adik kandung Cathy Sharon ini lahir di Jakarta 04 Januari 1989 dari pasangan Indo Perancis Manado Hilda Limbara dan Thierry Gasnier. Film terbarunya saat ini THE RAID 2: BERANDAL (2013) sedang  dirilis di berbagai belahan dunia.


 Julie Estelle (foto repro)

6.      Marissa Nasution :
Marissa Nasution mulai dikenal setelah mengikuti ajang MTV VJ Hunt di tahun 2007. Awal karier pembawa acaranya adalah saat ia membawakan beberapa acara MTV sebagai Guest VJ. Namun kini ia telah resmi menjadi VJ MTV. Cewek kelahiran Jakarta 08 Februari 1986 keturunan Batak – Jerman ini memiliki tubuh padat montok nan seksi lagi rupawan ditambah gaya bicaranya yang rada kebarat-baratan membuat yang nglihat melongo he...he... !


 Marissa Nasution

7.      Mikha Tambayong :
Artis cantik pendatang baru ini terbilang cukup sukses menyita perhatian laki-laki penikmat wajah cantik, Mikha mengawali kariernya melalui pemenang gadis sampul tahun 2008, dan membintangi sinetron pertamanya berjudul Kepompong sebagai Tasya. yang ditayangkan TV swasta SCTV. Gadis bermata bulat kelahiran Jakarta 15 September 1994 dari pasangan Michael Tambayong dan Deva Tambayong ini juga mahir di dunia tarik suara,  Lagu pertama dengan suara musik perdana adalah Cinta Pertama yang merupakan soundtrack sinetron Kepompong yang ia bintangi sebagai lagu penutup yang  membuat nama Mikha Tambayong semakin populer. 


 Mikha Tambayong (foto repro)

8.      Nabila Syakib :
Nabila mengawali karier sebagai model dengan terpilih sebagai Finalis GADIS Sampul 1999. Ia terjun ke dunia hiburan sejak berusia 16 tahun, saat lolos casting sinetron "Cinta SMU" sebagai Putri. Perempuan berdarah Arab ini makin dikenal saat membintangi "Anakku Bukan Anakku" yang dibintanginya. Gadis kelahiran Bogor Jawa Barat 18 November 1985 ini berwajah lembut yang amit-amit, berhidung mancung, berkulit putih bersih dipadu dengan balutan jilbab yang menawan wih........ wih.... cantiknya !


 Nabila Syakib (foto repro)

9.      Rianti Cartwright :
Rianti mulai dikenal publik sejak menjadi VJ MTV Indonesia yang memandu 'Global Room', 'What's Up', dan 'MTV Weekend'. Menjadi VJ MTV sejak tahun 2005, langkah Rianti di dunia hiburan Indonesia makin mantap sejak dia membintangi Jomblo (2006). Masih di tahun yang sama, Rianti kembali bermain film. Kali ini, Rianti bermain dalam film hasil adaptasi novel karya Habiburrahman El Shirazy, Ayat-Ayat Cinta. Dalam film yang berjudul sama dengan novelnya, Rianti memerankan  sebagai Aisha, seorang mahasiswi asing keturunan Jerman dan Turki, cerdas, cantik dan kaya raya yang sedang melakukan riset-nya di Mesir. Selain kesibukan dalam dunia hiburan, Rianti juga menyandang predikat duta AIDS dan mengampanyekan kepada generasi muda untuk menghindari risiko terkena virus HIV. Cewek manis imut kelahiran Bandung 22 September 1983 ini diam-diam telah menikah dengan seorang warga negara AS keturunan Batak di Amerika. Rianti yang dulunya muslimah berpindah agama Khatolik gara-gara menikah dengan bule yang satu ini.



Rianti Cartwright (foto repro)

10.  Tika Putri :
Tika Putri Astari atau yang lebih akrab dipanggil Tika Putri mengawali karirnya di perfilman melalui film Oh My God (2008). Gadis kelahiran Bandung 01 November 1989 dari pasangan Ratu Anisah Barroch dan H. Sayfudin ini memiliki paras ayu yang ke bocah-bocahan. Wajah imut yang ke kanak-kanakan inilah yang menyebabkan Tika Putri nggak bosan-bosan bila wajahnya dipandangi terus.


 Tika Putri (foto repro)

Selasa, 28 Mei 2013

STAIN Kudus



STAIN KUDUS Kampus Hijau yang “ Bermutu dan Bermanfaat “

            Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. DJ.I/423/2009 tentang Program Peningkatan Kualifikasi Strata 1 ( S1 ) bagi guru Madrasah Ibtidaiyah dan Guru PAI pada sekolah melalui Dual Mode System ( DMS ) tahun  anggara 2009, maka resmilah penulis terjaring dalam program kuliah gratis yang dibiayai oleh Departemen Agama RI. Menyandang gelar sebagai “ Mahasiswa Tua “ menjadi beban tersendiri dalam menjalani masa-masa perkuliahan. Ini tak lain karena fisik dan daya fikir memasuki usia senja, sehingga setiap kali dikuliahi kalau tak di ingat-ingat betul akan cepat hilang, seperti pepatah bilang “ belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar diwaktu dewasa bagai mengukir diatas air “

Logo STAIN Kudus


            Pengalaman menjadi mahasiswa tua ini penulis jalani  bersama-sama ratusan bahkan ribuan guru se Indonesia yang senasib belum sarjana dan kadung mengajar puluhan tahun, untuk wilayah Jawa Tengah yang ketiban sampur mengelola program DMS ini adalah IAIN Walisongo semarang sebagai LPTK Induk dan dititipkan kepada LPTK Mitra yaitu STAIN  Kudus, STAIN Purwokerto, STAIN Pekalongan dan STAIN Salatiga. Dan STAIN Kudus dititipi mahasiswa dari Kab.  Pati, Blora, Kudus dan Jepara. Untuk penulis yang berasal dari Kabupaten Pati bersama-sama dengan guru yang lain berjumlah ± 123 guru, dan kelas B yang penulis tempati berjumlah 32 mahasiswa.
            Hari efektif perkuliahan dua hari perminggunya yaitu jumat dan sabtu dari jam 07.30 – 17.00. karena selain tugas kuliah tugas utamanya adalah sebagai guru yang harus mengajar peserta didik di sekolah masing-masing. Praktis selama empat tahun tak mengenal libur, sebab libur sekolah kebanyakan di MI hari jumat. dan bagi guru yang mempunyai tugas sebagai khotib jumat harus cuti selama empat tahun pula.
Usia senja kadang menjadi kendala tersendiri, terutama di musim hujan, kehujanan sedikit saja tubuh sudah meriang semua, dijalanan harus berjibaku dengan bus, truk dan kendaraan yang lain, dimana penglihatan sudah mulai rabun,  belum lagi membagi kesibukan berbagai profesi antara lain sebagai kepala dan ibu rumah tangga bagi anak-anaknya, tugas mengajar, menjalankan roda organisasi sosial masyarakat dan keagamaan di desa, mencari nafkah bagi keluarga, dan tugas seabrek yang lain telah menunggu untuk di laksanakan.
            Masa perkuliahan yang berumur empat tahun terasa seperti sepuluh tahun lamanya. namun dibalik semua itu masa perkuliahan juga menjanjikan masa rehat dari tugas rutin sehari-hari sebagai guru , hari jumat dan sabtu kecuali sebagai hari efektif kuliah, juga bisa dijadikan sebagai ajang kumpul-kumpul tukar pikiran dan pengalaman, entah itu debat tentang keagamaan, olehraga, seni dan budaya,  juga kongko-kongko di perpustakaan. belum lagi kalau dosennya kosong bisa dijadikan wahana guyonan yang tak kalah meriahnya melebihi yang muda-muda.

 Penulis di depan kampus STAIN Kudus (foto by Mustain Wahid)

            Untuk penulis kecuali mengajar di MI. Tarbiyatul Athfal Bulumanis lor, juga mengajar di MA Perguruan Islam Al-Hikmah Kajen, sehingga pada waktu penulis kuliah sering ketemu mahasiswa reguler mantan murid penulis dari MA Al-Hikmah Kajen. Rasa malu kadang menghantui penulis disaat ketemu mantan murid dari MA.Al-Hikmah, tapi sekaligus  merasa bangga bahwa belajar tak mengenal usia meski sudah tua dan ubanan.
            STAIN Kudus yang penulis tempati kuliah, sejatinya hanyalah menerima titipan dari IAIN Walisongo Semarang. Namun karena yang ngajar adalah semua dosen dari STAIN Kudus, ibarat masakan meski berstatus mahasiswa IAIN Walisongo tetapi rasa STAIN Kudus, ibarat anak titipan lebih mengenal bapak angkatnya dari pada bapak yang sesungguhnya. Dan  seluruh mahasiswa DMS titipan di STAIN Kudus kadung jatuh cinta pada STAIN Kudus.
            STAIN Kudus yang beralamatkan di Jalan Conge Ngembal Rejo PO BOX 51
Kudus Jawa Tengah,  didirikan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan Tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.
Eksistensi STAIN Kudus tidak dapat terlepas dari sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Indonesia yaitu Institut Agama Islam Negeri. Di samping itu, keberadaan IAIN sendiri tidak terlepas dari pasang surutnya perjuangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang Dakwah Islamiyah.
            Pada bulan Maret 1997 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997 tentang Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri. Dengan berdasarkan Keputusan Presiden tersebut, maka Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang yang berada di Kudus beralih status dan berdiri sendiri menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus atau yang sekarang lebih dikenal sebagai STAIN Kudus.
Setelah berdiri sendiri menjadi STAIN Kudus, Fakultas Ushuluddin menjadi Jurusan Ushuluddin dan kemudian STAIN Kudus berhasil mengembangkan menjadi beberapa jurusan menjadi jurusan Ushuluddin, Tarbiyah, Syari'ah dan Dakwah. Kini di tahun akademik 2013 / 2014 STAIN Kudus telah membuka program pasca sarjana ( S2 ) yaitu Magister Ekonomi Syari’ah (ES) dan Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI).


 Gedung Rektorat STAIN Kudus (foto by Mustain Wahid)

Gedung Laboratorium STAIN Kudus (foto by Mustain Wahid)

Gedung Perkuliahan J dan K STAIN Kudus (foto by Mustain Wahid)

Lapangan Tennis dengan latar belakang gedung pasca sarjana STAIN Kudus 
(foto by Mustain Wahid)


            GOR STAIN Kudus yang cukup megah (foto by Mustain Wahid)

Air Muncrat di halaman gedung rektorat STAIN Kudus 
(foto by Mustain Wahid)

Papan nama STAIN Kudus yang cukup artistik (foto by Mustain Wahid)

Teman-teman penulis di kelas B program DMS sedang bergaya, semuanya tua-tua 
bahkan sebagian ada yang telah diwisuda Allah sebelum diwisuda perguruan alias almarhum.
(foto by Mustain Wahid)

Warung makan Pak/bu Hadi tempat kami mencari sarapan dan makan 
(foto by Mustain Wahid )

Ibu Siti Malaiha Dewi salah satu dosen dan aktifis Pusat Study Gender
STAIN Kudus saat mengajar penulis
(foto by Mustain Wahid )

Jumat, 24 Mei 2013

Fatin sang juara jilbab



Eksotika Jilbab Fatin pemenang X Factor Indonesia Edisi I

            Fatin Shidqia Lubis dara kelahiran Jakarta, 30 Juli 1996 akhirnya keluar sebagai pemenang X Factor Indonesia edisi I yang puncak acaranya di helat di Hall D JIExpo, Kemayoran, jumat 24 Mei 2013. Fatin yang malam itu mampu menyingkirkan Novita Dewi pesaing satu-satunya dari Medan berkat vote yang terkumpul mengungguli perolehan vote Novita Dewi.
            Fatin dara centil berjilbab ini masih duduk di bangku SMAN 97 Pasar Minggu Jakarta Selatan. Fatin mengikuti audisi musim pertama dari X Factor Indonesia dengan membawakan lagu Bruno Mars yang berjudul "Grenade". Kala itu dia masih memakai seragam OSIS sekolah berjilbab karena dia sebelumnya meminta izin sekolah untuk mengikuti audisi ini. Dia pun memakai sweater berwarna abu-abu bergaris-garis. Menurut beberapa media  fatin kala itu kondisinya sedang sakit ketika melantukan lagu "Grenade". Tepuk tangan meriah ia dapatkan dari keempat juri dan para penonton. Sehingga akhirnya tahapandemi tahapan Fatin lalui dan keluar sebagai  “Jawaranya “.
            Pada awalnya acara X Factor Indonesia yang ditayangkan RCTI ini menurut penulis tak ada yang istimewa, dan hampir sama dengan tayangan “lomba nyanyi” seperti yang sudah-sudah, baik itu yang genre pop atau dangdut. Namun begitu penulis menyaksikan tampilan Fatin diatas panggung terasa ada nuansa yang berbeda, ini tak lain karena Fatin adalah salah satu peserta/ finalis X Faktor Indonesia yang berjilbab, ditambah gaya gokil, imut, cengengesan, polos, kadang menjulurkan lidah “ melet “ serta paduan gaya jilbabnya yang eksotis inilah yang membuat penulis kadang merindukan tampilan Fatin di panggung. Fatin juga mendapat dukungan dari salah satu petinggi Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) tentang jilbabnya ini.
            Coba pembaca amati sekali lagi, menurut penulis suara Fatin masih kalah merdu dengan Novita Dewi, pengalaman bernyanyipun masih kalah dengan Novita Dewi. Fatin menang menurut analisa penulis karena fatin mampu mengambil hati pemirsa dan juri dari kepolosan dan rasa cengengesannya, dan tidak lupa mode jilbab yang dipakainya sanga-sangat begitu fantastik. Inilah beberapa tampilan Fatin dengan eksotika jilbabnya yang menggemaskan ...!